2012 ©feryarifian. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 17 Mei 2012

Perkembangbiakan Organisme



Organisme yang mampu beradaptasi terhadap lingkungan hidupnya akan tumbuh dan berkembangbiak. Jadi sebelum organisme tersebut mati, ia akan berusaha menghasilkan keturunan sehingga dapat melestarikan jenis organisme tersebut. Kemampuan berkembangbiak setiap organisme tidaklah sama, ada organisme yang dapat berkembangbiak dengan cepat ada pula yang lambat.


Macam-macam Cara Perkembangbiakan, Perkembangbiakan dibedakan menjadi dua yaitu perkembangbiakan generatif dan perkembangbiakan vegatatif.

1. Perkembangbiakan Generatif

Dari bagan di atas maka ciri perkembangbiakan generatif adalah didahului oleh peristiwa, yaitu
peleburan sel kelamin jantan (sperma) dengan sel kelamin betina (sel telur). Sifat anak yang dihasilkan bervariasi yaitu gabungan dari kedua induknya. Beberapa macam cara perkembangbiakan generatif antara lain:
a.    Perkembangbiakan dengan biji pada tumbuhan
b.    Perkembangbiakan dengan bertelur atau ovipar, contohnya pada ayam.
c.    Perkembangbiakan dengan beranak atau vivipar
d.    Perkembangbiakan dengan menghasilkan telur yang sudah berkembang di dalam tubuh induknya (ovovivipar).

2. Perkembangbiakan Vegetatif

Perkembangbiakan vegetatif mempunyai ciri sebagai berikut.
a.    Memerlukan satu induk.
b.    Tidak perlu sel kelamin.
c.    Tidak didahului fertilisasi.
d.    Anak berasal dari bagian tubuh induknya.
e.    Menghasilkan organisme yang sifatnya sama dengan induknya.

Beberapa macam cara perkembangbiakan
vegetatif adalah:
a.    Membelah diri
Amoeba membelah diri

b.    Membentuk tunas
Kentang berkemang biak dengan umbi batang, dan bawang merah berkembang biak dengan umbi lapis

c.    Umbi batang, umbi lapis
Tanaman pisang yang bertunas

d.    Rhizoma, dan lain-lain
Pada beberapa organisme dapat berkembangbiak baik secara generatif maupun vegetatif sekaligus, misalnya: Paramaecium dan beberapa hewan
Coelenterata yaitu Hydra, ubur-ubur dan lain-lain.

Tingkat Reproduksi

Adalah kemampuan organisme untuk menghasilkan keturunan. Tingkat reproduksi dikatakan tinggi bila organisme tersebut dapat menghasilkan keturunan yang jumlahnya banyak dalam waktu singkat. Contoh: hewan Protozoa, serangga, bakteri, dan lain-lain.
Sedangkan organisme yang tingkat reproduksinya rendah bila keturunan yang dihasilkan dalam jumlah sedikit dan dalam waktu yang lama. Contohnya: badak, gajah, banteng, orang utan, bunga Raflesia arnoldi, dan lain-lain.

Penyebab punahnya suatu organisme antara lain:
a.    Tingkat reproduksinya yang rendah
b.    Ulah manusia yang tidak bertanggung jawab, misalnya membakar dan menebang hutan untuk lahan pertanian atau perumahan. Banyak jenis tumbuhan dan hewan kehilangan habitatnya dan kini banyak yang spesiesnya makin langka.
c.    Perburuan liar, hampir semua tumbuhan dan hewan menjadi langka karena perburuan untuk diambil bulu, kulit, tanduk dan lain-lain.

Usaha-usaha pemerintah untuk melindungi hewan langka dari kepunahan antara lain:
a.      Mendirikan cagar alam dan suaka margasatwa untuk membantu pelestarian tumbuhan dan hewan langka di habitat alaminya.
b.      Penangkaran hewan-hewan langka, para ahli menangkap hewan dari alam bebas, merawatnya dan mengupayakan agar hewan-hewan tersebut dapat berkembangbiak dalam kandang, kemudian anak-anak mereka dilepas atau ditempatkan di habitat yang lebih cocok.
c.      Membuat undang-undang yang mengatur perburuan.

Contoh hewan yang langka di Indonesia, yaitu: harimau Jawa (Pantera tigris sondaicus), macan kumbang (Pantera pardus), tapir (Tapirus indicus), komodo (Varanus komodoensis), maleo (Macrocephalon maleo), banteng (Bos sondaicus), mandril (Nasalis larvatus), cendrawasih (Paradisea minor), kanguru pohon (Dendrolagus ursinus), kakatua raja (Probociger aterrimus), buaya muara (Crocodylus porosus). dan ular sanca hijau (Chondrophyton vindis).

Ditulis Oleh : Fery Arifian // 19.57
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar