2012 ©feryarifian. Diberdayakan oleh Blogger.

Kamis, 17 Mei 2012

PENGERTIAN LIMBAH dan ETIKA LINGKUNGAN




Sebagai suatu sistem, lingkungan dapat mencapai keseimbangan lingkungan yaitu keseimbangan fungsi lingkungan akibat keseimbangan abatar energi yang masuk dan yang keluar lingkungan. Lingkungan yang seimbang memiliki daya dukung dan daya lenting lingkungan yang tinggi.

Daya Dukung Lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk menyediakan sumber daya alam yang diperlukan oleh organisme di dalamnya agar dapat hidup secara alami.
Daya Lenting Lingkungan adalah kemampuan lingkungan untuk kembali ke dalam keseimbangan apabila terjadi suatu gangguan terhadap lingkungan tersebut.
Populasi manusia terus bertambah dan bahkan terjadi peledakan populasi manusia atau peledakan jumlah penduduk. Setiap orang memerlukan sumber daya alam dari lingukngannya. Karena itu semakin besar jumlah penduduk akan semakin banyak sumber daya alam yang diambil dari lingkungan.
Perkembangan IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) memacu industrialisasi. Untuk memenuhi kebutuhan populasi yang terus meningkat, hari diproduksi bahan-bahan kebutuhan dalam jumlah besar melalui industri. Berkembanglah berbagai macam industri, mulai dari industri domestik sampai industri yang berskala besar. Akibatnya adalah sebagai berikut:
·         Sumber daya alam yang diambil dari lingkungan semakin besar baik macam maupun jumlahnya.
·         Industri mengeluarkan limbah yang mencemari lingkungan.
·         Populasi manusia juga mengeluarkan limbah (limbah rumah tangga dan limbah manusia) yang mecemari lingkungan.
·         Muncul bahan-bahan sintetik yang tidak alami (misal: insektisida, obat-obatan) yang dapat meracuni lingkungan. Akibatnya berikutnya lingkungan semakin rusak dan mengalami pencemaran.
Semuanya itu berpengaruh pada daya lenting dan daya dukung dukung lingkungan. Daya lenting lingkungan semakin kecil. Artinya, waktu yang digunakan oleh lingkungan untuk pulih kembali semakin lama. Karena kerusakan lingkungan, daya dukung lingkungan menjadi semakin kecil. Artinya, lingkungan tidak mampu lagi menyediakan kebutuhan hidup organisme yang ada di dalamnya.
A.   Pengertian Limbah

Limbah identik dengan sesuatu yang dibuang, barang sisa yang sudah tidak diapkai lagi, kotor dan mencemari lingkungan. Oleh karena itu, kita berusaha menjauhan limbah dari tempat tinggal dan lingkungan disekitar kita.
Ada beberapa pengertian Limbah dari beberapa sumber, antara lain:
1.    Menurut Ecolink, 1996
Limbah adalah barang yang terbuang atau dibuang dari aktivitas manusia maupun proses alam, yang belum memiliki nilai ekonomis.
2.    Menurut Wikipedia Indonesia
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses industri, baik industri maupun domestik (rumah tangga), yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan karena tidak memiliki nilai ekonomis.
Etika Lingkungan
Didasari maupun tidak aktivitas manusia mempengaruhi kondisi serta kualitas lingkungan. Untuk menjaga agar kondisi alam tidak semakin parah harus mengubah pola pemanfaatan alam yang cenderung merusak. Bahkan diperlukan pola pandang baru terhadap pengelolaan lingkungan, disertai usaha untuk mengaasi masalah yang terlanjur muncul. Kesadaran tentang pengelolaan lingkungan memerlukan pemahaman dan penerapan prinsip-prinsip eklogi serta etika lingkungan. Etika lingkungan berkaitan dengan sikap serta tingkah laku yang bersifat obyektif terhadap kelestarian ingkungan itu sendiri.
Beberapa prinsip yang menuntun manusia untuk menerapkan etika lingkungan:
·         Manusia bukan sumber dari semua nilai, manusia bagian lingkungan.
·         Lingkungan diperuntukkan bagi semua makhluk hidup
·         Sumber daya alam perl dipelihara, pemekaiannya mempertimbangakan ketersediaannya di alam
·         Perbaikan kualitas kehidupan disesuaikan terhadap produksi alam
·         Aktivitas manusia berpengaruh terhadap alam, hubungan manusia dan alam haru saling menguntungkan.
Dalam kondisi alami, lingkungan dengan segala keragaman interaksi yang ada mampu untuk menyeimbangakn keadaannya. Namun tidak tertutup kemungkinan, kondisi semakin dapat berubah oleh campur tangan manusia dengan segala aktivitas pemenuhan kebutuhan yang terkadang melampaui batas.

Ditulis Oleh : Fery Arifian // 19.26
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar