2012 ©feryarifian. Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 April 2012

Materi dan Perubahan


Dalam kehidupan sehari-hari, kita selalu berhubungan dengan benda-benda yang ada dia alam semesta ini. Kita seringkali melihat perubahan-perubahan yang terjadi tanpa mempertanyakannya. Kita jarang mempertanyakannya apa itu oksige, padahal setiap hari kita membutuhkan oksigen untuk bernafas. Hampir setiap hari kita menggunakan kendaraan bermotor, baik monbil maupun sepeda motor, tapi jarang sekali yang mempertanyakan, mengapa bensin yang berbentuk cairan membuat kendaraan menjadi dapat berjalan.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak lepas dari pemanfaatan senyawa kimia. Tatkala bangun tidur pada pagi hari kita biasa menggosok gigi (dengan sikat dan pasta gigi), kemudian mandi dengan air dan sabin, keramas dengan shampo, menggunakan minyak wangi, dan memakai bedak. Semua bahan tersebut dibuat melalui proses kimia.
Persoalan-persoalan tersebut merupakan sebagian masalah yang akan dibahas dalam ilmu kimia. Apakah yang dimaksud dengan ilmu kimia? Ilmu Kimia adalah salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang mempelajari segala sesuatu tentang materi, seperti hakikat, susunan, sifat-sifat, perubahan, serta energi yang menyertai perubahan materi, dan mengelompokkan materi menjadi unsur, senyawa, dan campuran melalui kegitan.
A.   Sifat-Sifat Materi
Alam semesta pada dasarnya merupakan kumpulan dari materi dan energi. Materi merupakan segala sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Materi yang terdpat di alam dapat berwujud padat, cair, dan gas. Materi sering juga disebut zat atau bahan.
Kita dapat membedakan dan mengenali suatu zat berdasarkan ciri khasnya. Kita dapa membedakan antara larutan gula dengan larutan garam dengan cara mencicipinya. Kita mengetahui bahwa gula memiliki rasa manis, sedangkan garam memiliki rasa yang asin. Air dan minyak tanah dapat dibedakan berdasarkan baunya. Selain itu, apabila orang yang penciumannya terganggu, air dan minyak tanah masih bisa dibedakan dengan membakarnya. Minyak tanah mudah terbakar, sedangkan air tidak. Kita dapat membedakan antara alumunium dengan tembaga berdasarkan warnanya. Dengan demikian kita dapat membedakan dan mengenail suatu zat karena zat memiliki sifat-sifat yang khas.
Sifat-sifat Materi dapat dibedakan berdasarkan sifat fisika dan sifat kimia.
·         Sifat Fisika, adalah sifat zat yang berkaitan dengan keadaan fisis suatu zat dan tidak berhubungan dengan pembentuk zat baru.
Contohnya : rasa, wujud, bau, massa jenis, daya hantar, titik didih, titik leleh, indeks bias, kekerasan, dan kelarutan.
·         Sifat Kimia, adalah sifat-sifat yang berhubungan dengan perubahan kimia yang disertai pembentukan zat baru.
Contohnya : sifat mudah tidaknya suatu zat terbakar, berkarat, membusuk, beracun, dan sebagainya.
Berdasarkan ukuran dan jumlahnya, sifat-sifat materi dapat dibedakan menjadi sidat ekstensif dan sifat instensif.
·         Sifat Ekstensif, adalah sifat yang bergantung pada jumlah dan ukuran zat. Misalnya : massa, volume, kelarutan dan kandungan energi (entalpi).
·         Sifat Intensif, adalah sifat yang tidak bergantung pada ukuran dan jumlah zat. Misalnya : kalor jenis, titik didih, titik lebur, rasa, indeks bias, dan suhu.

B.   Perubahan Materi
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering melihat air yang dipanaskan akan mendidih dan berbentuk uap air yang didinginkan akan membeku dan menajdi es, kertas yang dibakar menjadi abu, besi berkarat, gula yang laru dalam air, dan lilin yang menyala. Kalau kita perhatikan fenomena-fenomena tersebut, maka akan kita temukan adanya perubahan dari suatu materi. Istilah perubahan dari suatu materi tersebut dikenal dengan Perubahan Materi.
Berdasarkan perubahan sifat dan strukturnya, perubahan materi dikelompokkan menjadi perubahan fisika dan perubahan kimia.
1.      Perubahan Fisika
Ketika kita sedang memasak air, kita melihat air mendidih dan berubah menjadi uap air. Begitu pula apabila air tersebut dimasukkan ke dalam kulkas, maka akan berubah menjadi es. Air, uap air, dan es memiliki sifat kimia yang sama. Perbedaannya hanya pada bentuk atau wujudnya saja. Air berwujud cair, uap air berwujud gas, dan es berwujud padat.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perubahan materi yang tidak membentuk zat yang baru disebut Perubahan Fisika. Pada umumnya materi yang mengalami perubahan fisika dapat dikembalikan ke keadaan meateri semula. Misalnya, uap air dan es pada suhu kamar akan kembali lagi menjadi air.
2.      Perubahan Kimia
Apabila kita membakar kayu, maka akan terbentuk arang dari kayu yang berwarna hitam. Kayu an arang memounyai sifat fisika dan sifat kimia yang berbeda. Kayu dan arang terbentuk dari senyawa yang berbeda pula. Kayu yang terbentuk dari berbagai macam senyawa yang kompleks, sedangkan arang tersusun dari atom-atom karbon.
Dengan demikian, suatu materi yang mengalami perubahan dan membentuk suatu zat yang baru disebut Perubahan Kimia. Perubahan Kimia dinamakan juga dengan Reaksi Kimia.
 Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali perubahan kimia yang terjadi, baik secara alami maupun secara buatan. Misalnya : perngkaratan besi, fotosintesi pada tumbuhan, pembusukan makanan, pembakaran minyak bumi, dan reaksi-reaksi kimia lainnya yang menghasilkan materi yang mempunyai sifat dan jenis yang baru.
Terjadinya suatu perubahan kimia atau reaksi kimia ditandai oleh suatu perubahan yang dapat diamati, seperti terbentuknya gas, endapan, perubahan warna dan perubahan suhu.
a)      Reaksi yang menghasilkan gas.
·         Paku yang dimasukkan dalam air keras (HCl), akan menghasilkan gas Hidrogen.
·         Karbit yang dimasukkan ke dalam air, akan membentuk gas asetilen dan biasanya digunakan untuk mengelas.
·         Pualam yang dimasukkan ke dalam air keras (HCl), akan menghasilkan gas karbon dioksida (CO2).

b)      Reaksi yang menghasilkan endapan
·         Air kapur yang jernih, jika ditiup akan menjadi keruh dan jika didiamkan akan terbentuk endapan.
·         Larutan Timbal (II) asetat, jika dicampurkan dengan larutan Kalium Iodia akan terbentuk endpan berwarna kuning.
·         Larutan Perak Nitrat, jika dicampurkan dengan larutan Natrium Klorida akan terbentuk endapan putih.

c)      Reaksi yang menghasilkan perubahan warna
·         Kertas yang dibakar, menjadi abu yang berwarna hitam.
·         Besi yang berkarat, berubah warnanya menjadi coklat kemerahan.
·         Larutan kalium kromat yang berwarna kuning akan berubah menjadi jingga jika ditetesi dengan larutan asam sulfat.

d)     Rekasi yang menghasilkan perubahan suhu.
·         Kapur tohor, apabila dimasukkan ke dalam air akan menimbulkan kenaikan suhu.
·         Reaksi antara barium hidroksida dan ammonium klorida, akan menimbulkan penurunan suhu.

C.   Klasifikasi Materi
Materi yang terdapat di alam semesta ini hanya sedikit yang ditemukan dalam keadaan yang murni, sebagian besar materi ditemukan dalam keadaan yang tidak murni.
Untuk mempermudah mempelajarinya, para ahli kimia mengelompokkan materi tersebut menjadi beberapa kelompok.
Pada dasarnya, materi terbagi menjadi 2, yaitu Zat Tunggal/ murni dan Campuran. Zat Tunggal merupakan penyusun dari Unsur dan Senyawa.
1)      Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang secara kimia tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain. Contohnya : besi, alumunium, emas, perak, raksa, belerang, dan lain-lain. Sampai sekarang dikenal 114 jenis unsur yang terdiri atas 92 unsur yang terdapat di alam dan sisanya merupakan unsur buatan. Daftar unsur-unsur dapat dilihat pada Tabel Sistem Periodik Unsur.
Berdasarkan sifat kelogamannya, unsur dibagi menjadi 2 golongan, yaitu Unsur Logam dan Unsur Non-Logam.  Termasuk ke dalam unsur Logam antara lain besi (ferum), alumunium, emas (aurum), perak (argentum), tembaga (kuprum), dan raksa (hidrargirum); sedangkan yang termasuk unsur nonlogam antara lain oksigen, karbon, belerang, dan nitrogen.

Perbedaan Sifat Logam dan Non-Logam
No
Sifat
Logam
Non-Logam
1
Wujud pada suhu kamar (25C)
Berwujud Padat, kecuali Raksa (berwujud cair)
Padat, cair, dan gas
2
Daya hantar listrik
Mudah menghantarkan listrik
Bukan penghantar listrik, kecuali Karbon
3
Daya hantar panas
Mudah menghantarkan panas
Bukan penghantar panas
4
Permukaan
Mengkilap
Tidak mengkilap, kecuali Intan
5
Keadaan fisik
Mudah ditempa (melleable) dan dapat direnggangkan (ductile)
Rapuh, sehingga tidak dapat ditempa dan direnggangkan
Unsur Logam dan Non-Logam juga dapat dibedakan dari nama kimianya (ilmiah), yaitu unsur yang namanya berakhiran –ium atau –um merupakan unsur logam, kecuali helium, selenium, dan tellurium yang merupakan unsur non-logam.
Selain unsur logam dan non-logam, terdpat berupa unsur yang merupakan peralihan dari logam ke nonlogam serta mempunyai sifat keduanya, baik logam maupun non-logam. Golongan unsur tersebut disebut Metalloid. Contoh unsur metalloid, yaitu silikon, boron dan arsen.

2)      Senyawa
Senyawa merupakan zat tunggal yang dapat diuraikan lagi secara kimia menjadi unsur-unsur pembentuknya. Beberapa contoh senyawa, yaitu air, garam dapur (natrium klorida), dan gula tebu (sukrosa). Air dapat diuraikan lagi menjadi unsur-unsur pembentuknya, yaitu Hidrogen dan Oksigen, dengan cara Elektrolisis. Natrium Klorida (NaCl) juga dapat diuraikan dengan cara elektrolisis menjadi natrium dan klorin. Adapun gula tebu (sukrosa) dapat diuraikan menjadi karbon (arang)  dan air dengan cara dipanaskan.

3)      Campuran
Di alam semesta ini banyak terdapat materi yang tersusun atas dua atau lebih zat dan sifat zat semula masih ada dalam materi tersebut. Materi yang tersusun atas 2 zat atau lebih dan masih mempunyai sifat asal zat penyusunnya disebut Campuran. Beberapa contoh campuran antara lain udara, air laut, dan teh manis. Suatu campuran masih mempunyai sifat zat penyusunnya, sehingga dapat dipisahkan dengan cara fisika.
Berdasarkan Sifatnya, campuran dapat digolongkan menjadi 2 macam, yaitu campuran homogen dan campuran heterogen. 

a)      Campuran Homogen
Campuran Homogen adalah campuran yang setiap bagiannyan atau komposisinya serba sama. Campuran homogen disebut juga larutan. Setiap larutan terdiri atas pelarut (solvent) dan zat terlarut (solute). Pada umumnya, komponen yang jumlahnya paling banyak dianggap sebagai pelarut. Tetapi, apabila zat padat atau gas dilarutkan dalam zat cair, maka yang menjadi pelarutnya adalah zat cair.
Dalam suatu larutan, partikel zat terlarut tersebar dalam ukuran yang sangat kecil sehingga partikel larutan tidak dapat dilihat lagi. Oleh karena itu, larutan tampak homogen dan merupakan satu fase.
Larutan dapat berupa larutan padat, larutan cair, dan larutan gas. Wujud larutan tergantung pada jenis dan perbandingan komponen penyusunnya.

·         Larutan Padat
Termasuk ke dalam larutan pada antara lain logam campur (aliase) antara emas dan perak, kuningan yang merupakan campuran tembaga dan seng, perunggu yang merupakan campuran tembaga dan timah, logam penambal gigi yang merupakan larutan raksa dalam perak, dan stainless steel yang merupakan campuran nikel, krom, dan besi.

·         Larutan Cair
Termasuk ke dalam larutan cair antara lain air gula, air soda yang merupakan larutan gas CO dalam air, dan spirtus.

·         Larutan Gas
Termasuk ke dalam larutan gas antara lain udara dan gas alam.

b)     Campuran Heterogen
Campuran heterogen adalah campuran yang tiap bagiannya atau komposisinya tidak serba sama atau berbeda. Pada campuran heterogen, komponen-komponen zat yang dicampurkan masih dapat dibedakan dengan jelas. Contohnya : campuran minyak dengan air, campuran pasir dengan tanah, dan pasir dalam air.

Daftar Pustaka :
Permana, Ivan. 2008. Memahami KIMIA SMK kelompok teknologi, kesehatan dan pertanian. Bandung : ARMICO

Ditulis Oleh : Fery Arifian // 13.56
Kategori:

0 komentar:

Poskan Komentar